Dunia pendidikan terus mengalami lompatan teknologi yang signifikan. Integrasi platform komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI) kini resmi diadopsi sebagai metode evaluasi hasil belajar siswa.
Kepala Dewan Kurikulum menegaskan bahwa digitalisasi bukan semata-mata mengganti buku teks fisik menjadi dokumen digital, melainkan merombak ekosistem belajar agar siswa terbiasa berpikir kritis, adaptif, dan mampu memecahkan masalah kompleks.
Program ini mencakup pelatihan ribuan tenaga pendidik, revitalisasi laboratorium multimedia, dan penyediaan koneksi serat optik kecepatan tinggi ke seluruh pelosok sekolah negeri.